Halaman

Kamis, 31 Mei 2018

Pengalaman terkena Flu Singapura

"Berbagi pengalaman saat terkena penyakit Flu Singapura"


Pada beberapa orang indonesia, mungkin Flu Singapura adalah penyakit yang masih jarang terdengar, tapi walaupun namanya Flu Singapura, ternyata penyakit ini juga ada di Indonesia.
Begitu juga dengan saya waktu sebelum terkena penyakit ini.
Oke,Jadi begini ceritanya

Awalnya Adik aku terkena penyakit ini, karena pada saat itu kakek aku lagi sakit dan orang tuaku harus menemaninya di RS jadi, akulah yang merawat adik aku selama beberapa hari dirumah.

Karena penyakit ini adalah penyakit menular, Dokter sudah menyarankan aku untuk menjaga kebersihan diri agar tidak ikut terjangkit. Aku pikir karena ini adalah penyakit anak-anak jadi aku tidak terlalu ambil pusing dan menjaga kebersihan seadanya saja seperti biasa, tapi beberapa hari kemudian aku mulai mengalami gejala yang sama dengan adikku.

Awalnya merasakan gejala, aku ingin kerumah sakit,namun karena tidak ada yang merawat adik aku dan kepalaku juga sudah mulai pusing, jadi aku terlambat untuk berobat.

Beberapa hari kemudian, Kakek aku pulang dari rumah sakit karena meninggal dunia, dan karena sibuknya acara dirumah selama tiga hari penyakitku belum juga diobati.

Saat benjolan mulai nampak orang tua aku baru bisa mengantarku ke dokter.

Keesokan harinya setelah demam dan pusing selama 2 hari beginilah benjolan yang muncul dibagian jidat


Setelah diberi antibiotik dalam 4 hari warnanya mulai kecoklatan dan mulai mengering



Aku gak nyangka ternyata bakal jadi sebesar ini karena adik aku hanya kecil-kecil dan bekasnyapun cepat menghilang, tapi kenapa aku berbeda??? Mau nangis rasanya,tapi yasudahlah Allah menyukai orang-orang yang bersabar J *mencoba kuat* hhaha

Aku baca di Internet kalau penyakit ini belum ada obat khususnya, makanya Dokter Cuma berikan obat Paracetamol,Antibiotik,dan salep yang ukurannya sangat sangat mini dan 2 hari udah habis padahal belum di olesin ke semua bentolannnya *hiks*

Karna terlalu banyak mengkonsumsi antibiotik itu gak baik buat sistem imun,jadi aku gak mau mengkonsumsinya dengan dosis besar, dan aku mencari alternatif obat alami, Yup dan aku nemu yaitu *Ini bukan Promosi yaa :D* JELLY GAMAT QNC Yang bagi aku harganya lumayan mahal, kalau di daerah aku harganya 260 ribu,untuk rasanya enak, walaupun teksturnya aku kurang suka, tapi menurut aku obat ini cukup membantu dalam penyembuhan penyakit ini.

Selain di konsumsi, aku juga ngolesin ke seluruh wajah dan badan supaya gak berbekas, karena salep yang dari dokter udah habis *sad*
Dan Seminggu kemudian hasilnya seperti ini,beberapa itu tangan aku suka gatel makanya udah terkelupas J

Aku sempat nanya-nanya sama teman gimana caranya supaya bekasnya cepat hilang, dan dia nyaranin buat pake bedak dingin dari temugiring,dan disamarinda ada.  Akhirnya aku beberapa hari make itu, karena warnanya kuning dan berbekas dikain, jadi kalau lagi males aku pake Jelly gamat.
Dan hasilnya setelah 2 minggu

Dan pada 3 minggu kemudian dengan bedak dingin dan jelly gamat,warnanya makin gelap dan Alhasil jadi bopeng diwajah, tapi itu karena waktu masih jadi bendolan dia pecah.
Daaan Setelah 3 minggu Aku berpikir keras keliling website buat nyari obat bekas cacar,karena ni tampilan penyakitnya beda tipis sama yang namanya Pacar  Cacar.


Dan aku direkomendasiin teman aku yang sangat perhatian buat pakai Skincare Theraskin untuk bagian wajahnya, kalau badan aku masih pake obat yang sama.
Dan 3 hari setelah make Theraskin,warna hitamnya jadi memudar
Dan Hasilnya Setelah 1 Bulan dengan beberapa macam Obat,lubangnya mulai tertutup dan menipis.




Dan ini Foto terakhir wajah aku hampir 2 bulan,kemajuannya yaitu untuk bekas-bekas kecil udah hampir hilang dan lubagnyapun sudah tidak terlalu dalam. J


Yup..Begitulah cerita pengalaman aku sakit Flu singapura,sekarang aku lagi semangatnya buat ngialangin nih bekas-bekasnya.
semoga bisa bermanfaat buat pembaca Blog ini,khususnya yang juga mengalami hal yang sama semoga kalian Cepat Sembuh dan jangan Males berobat sebelum makin parah. !!!